Showing posts with label Foto Studio. Show all posts
Foto model outdoor sekarang lagi “booming” nih, tapi foto model outdoor juga ga ketinggalan lho! Hasil yang dicapai oleh pemotretan di studio seharunya lebih berkonsep, dengan lighting yang lebih sempurna. Berikut adalah beberapa tips untuk pemotretan model indoor:



1. Konsep – Pemotretan studio seharusnya simple namun berkonsep, dan upayakan agar konsep tersebut kuat dan didukung oleh semua elemen fotografi. Apakah yang anda ingin capai dari pemotretan tersebut? Apakah anda mempunyai sebuah “brief” atau sebuah gambar yang anda harus ceritakan dari foto tersebut? Kesan atau mood apa yang anda ingin dapatkan jika orang melihat foto anda? Elemen2 apa saja yang anda butuhkan untuk mencapai konsep tersebut dengan sempurna? Inilah hal2 yang anda harus pikirkan dan telusuri sebelum pemotretan, agar anda dapat menghasilkan sebuah karya yang menakjubkan.
2. Warna – Elemen warna ini tentunya tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pikirkan warna2 apa saja yang anda harus kemas dalam foto anda. Warna latar, pakaian model, props dan bahkan warna makeup dari sang model pun perlu anda perhatikan. Gunakan warna yang harmonis satu dengan yang lainnya, atau yang berkomplemen. Contohnya, merah bisa diharmonikan dengan pink, dan bisa dikomplemen oleh warna biru.
3. Makeup – Makeup sangat mendukung dalam pemotretan model. Dunia media seperti majalah dan televisi telah menerapkan sebuah standard kecantikan, di mana seorang model harus mempunyai wajah dan kulit yang super mulus. Namun realita nya tidak semua orang memiliki hal tersebut, tetapi ini dapat diwujudkan dengan tambahan makeup. Makeup yang baik juga membantu untuk memperjelas fitur2 dari wajah agar model terlihat lebih cantik, anggun, elegan, dan juga langsing. Tema atau konsep dari photoshoot ini juga bisa didukung oleh makeup. Contohnya konsep foto anggun tentunya patut ditemani dengan makeup yang elegan.
4. Lighting – Lighting dapat membantu dari beberapa segi, seperti mood, dan juga membantu mempercantik sang model. Dengan menggunakan lighting yang soft (lembut), kulit sang model akan terlihat lebih mulus. Ini dapat tercapai dengan menggunakan merekayasa pencahayaan flash menjadi soft. Biasanya flash dibungkus oleh soft box atau payung yang besar, agar menghasilkan cahaya yang soft, rata dan besar. Angle dari lighting bisa mempengaruhi mood dari foto anda, dan harus diperhatikan dengan seksama.
5. Pose – Pose yang bagus akan mendukung sebuah potret. Perhatikanlah letak wajah, lekukan tubuh dan juga peletakan tangan hingga jari jemari dari sang model untuk membantu menekankan konsep yang telah anda pilih. Sebuah pose atau postur tubuh dapat merubah mood dari foto secara total, jadi jangan diabaikan!
6. Props – property atau peralatang yang memperlengkap dan mempermanis sebuah setup dari studio anda akan sangat berdampak dalam hasil yang anda ciptakan. Pilihlah props yang juga mendukung konsep anda, dan jangan lupa untuk meletakkannya secara strategis dalam komposisi anda, dan gunakan props ini untuk membantu sang model untuk berpose.
7. Latar – Background dari foto bisa saja simple, bahkan putih polos, asalkan menunjang konsep dari foto session anda. Backdrop dari sebuah pemotretan studio biasanya hanya mencakupi sedikit bagian dari framing, namun tetap saja harus diperhatikan agar tidak menjadi distraction (mengganggu) komposisi dan potret dari sang model.
Salah satu fotografer model yang saya paling kagumi adalah Manny Librodo. Fotografer asal Filipina ini sudah melegenda di dunia fotografi sekarang, dan telah keliling dunia untuk mengajarkan ilmu nya. Konsepnya selalu sangat mendalam dan didukung oleh semua aspek dari fotografi. Berikut adalah salah satu foto terbaru dari beliau.
Satu lagi fotografer studio yang saya idolakan adalah Zhang Jingna atau lebih dikenal dengan Zemotion. Fotografer wanita asal Singapur ini adalah salah satu talenta yang paling terkenal dari Deviant Art, sebuah situs untuk berbagi dan memamerkan hasil karya anda dari segi fotografi maupun design. Demikan juga dengan Zemotion, konsepnya selalu jelas dan sangat berkesan kepada siapapun yang melihat karyanya.
Zemotion fotografi model studio
Punya foto konsep yang keren? Atau punya tips lain dalam teknik foto model indoor? Silahkan mengisi komentar di bawah.

Teknik Fotografi - Percaya atau tidak, Sobat tidak memerlukan segudang peralatan studio atau pencahayaan mahal dan canggih untuk memulai foto portrait didalam studio. Dua sumber cahaya lighting sudah lebih dari cukup. Artikel InFotografi kali ini akan terfokus pada Tiga pengaturan dasar yang kami rasa lebih dari cukup bagi Sobat yang ingin memulai fotografi Portrait di dalam studio. 


Garage Studios Lighting Equipment



Sobat bisa menggunakan satu Main light di posisi yang dirasa tepat, dan kemudian posisikan sebuah reflektor sebagai sumber cahaya kedua, pengaturan lighting sederhana tersebut sudah bisa memulai langkah awal Sobat InFotografi dalam fotografi studio.

ketinggiani, angle, power dan jarak sumber cahaya akan memberikan dampak pada bentuk wajah subyek kalian. Yang perlu digaris bawahi adalah coba cermati bagaimana cahaya jatuh ke subyek kalian. Gunakan layar LCD untuk mereview foto - foto yang kalian ambil, terkadang merubah ke preview mode monochrome bisa membantu kalian untuk memfokuskan ke bentuk, tone serta bayangan yang jatuh ke area wajah sehingga Sobat bisa memvisualisasikan hasil akhir foto portrait kalian.

Penempatan Main Light

 

Photo: N-Photo

1. Tinggi
Pada banyak pemotretan Sobat mungkin akan memposisikan Main Light di atas model. Perhatikan bagaimana bayangan dari hidung jatuh ke sisi bawah wajah dan terkesan memperpanjang fitur hidung. Sobat idealnya menginginkan bayangan hidung untuk menunjuk ke ujung bibir. Bentuk segitiga cahaya pada pipi di sisi bayangan sering disebut dengan Rembrandt Lighting, dan untuk mendapatkan efek pencahayaan ini Sobat cukup meminta model untuk sedikit memindahkan kepala model.

2. Sejajar (Eye Level)
Pasang lampu flash atau Main Light di samping dengan tinggi sejajar dengan model, dan cahaya akan mengenai seluruh sisi wajah. Bayangan yang terbentuk memberikan kesan memperlebar fitur wajah. Akan lebih efektif jika cahaya tersebut seimbang dengan sumber cahaya kedua yang berada di sisi berlawanan. Biarkan sumber cahaya tersebut atau main light tetap menyala sehingga Sobat bisa melihat bagaimana bayangan yang terbentuk.

3. Rendah
Sobat mungkin tidak ingin menggunakan pengaturan yang satu ini. Penempatan main light seperti ini akan memberikan kesan wajah yang menakutkan. Mungkin jika Sobat memotret untuk keperluan Halloween bisa saja menggunakan posisi main light seperti ini. Seperti yang terlihat di dalam foto contoh diatas, penempatan main light yang rendah menghasilkan foto portrait yang kurang menyenangkan. Bayangan hidung tampak tebal, dan kantung mata terlihat lebih jelas.


Berikut ini adalah Tiga Style pemotretan Studio Portrait :

 

Photo: N-Photo


1. Classic Rembrandt
Style portrait satu ini merupakan pengaturan lighting dasar yang bagus. Sobat terkesan menciptakan sebuah segitiga kecil pada bayangan di sisi wajah dengan bayangan hidung yang menunjuk ke arah bibir. Gunakan reflektor untuk mengisi area bayangan dan satu backlight yang menggunakan snoot untuk memberikan cahaya pada rambut model.

2. Rim Light
Posisikan Dua sumber cahaya dengan power cahaya yang sama sedikit di belakang model dan menghadap ke kamera. Gunakan reflektor untuk memantulkan cahaya ke bagian hidung serta dahi model. Style foto ini cocok untuk menonjolkan struktur tulang, sangat cocok untuk memotret laki-laki dan nude art.

3. Beauty
Posisikan satu softbox besar diatas model yang mengarah kebawah sehingga cahaya jatuh dari depan dan merata. Untuk menyeimbangkan exposure gunakan reflektor yang diposisikan dibawah wajah model. Reflektor akan memantulkan cahaya ke arah wajah. Jika Sobat ingin menonjolkan kecantikan model kamu, ini adalah pengaturan yang tepat.

Selamat Mencoba!!

1. Kamera
Sudah pasti bukan? Tanpa adanya peralatan fotografi ini, kamu tak akan bisa mengabadikan moment konsumen. Sebelum memilih kamera yang akan kamu beli, jangan lupa untuk searching terlebih dahulu kamera apa yang pas untuk kamu. Jika memiliki budget yang lebih, sangat disarankan untuk kamu membeli kamera yang memiliki pengaturan exposure secara manual.

2. Lensa
Kamu ingin membuka sebuah studio foto maka lensa tele tidak cocok untuk kamu. Carilah lensa dengan diafragma besar di lensa prime 50mm, untuk pas foto, modeling, atau produk. Tak hanya itu, untuk bisa memotret dalam kapasitas besar, misalnya foto keluarga, gunakan lensa kit atau lensa dengan panjang local 18mm hingga 70 mm. Dan jangan lupa bahwa lensa wide tidak akan cocok untuk foto di studo karena akan menimbulkan efek distorsi.  Untuk lebih menunjang usahamu, belilah 2-3 lensa.

3. Flash eksternal
Penggunaan peralatan fotografi yang satu ini dianggap perlu dan tak perlu. Mengapa? Karena penggunaan flash eksternal tergantung pada seberapa lengkap alat lighting yang kamu miliki. Penggunaan flash eksternal biasanya dipasangkan langsung di kamera atau pada stand sendiri, bisa untuk pemicu perlengkapan lighting, seperti softbox tapi ada juga digunakan sebagai lighting utama objek. Namun, agar lebih menunjang studio fotomu, sepertinya kamu wajib memiliki peralatan fotografi yang satu ini.

4. Lampu studio
Kamu tak berniat untuk membeli flash eksternal? Tak apa, tetapi kamu wajib membeli lampu studio, di mana jenis Tronic lebih populer. Pancaran sinarnya membuat kamu bisa memvariasikan  dengan perlengkapan fotografi lainnya.

5. Softbox
Penggunaan aksesoris yang satu ini membuat efek cahaya yang lebih halus dan terarah pada objek fotomu. Paling minimal, kamu harus memiliki 2 softbox yang diletakkan di kanan dan kiri objek. Tak hanya efek halus, dengan penggunaan softbox akan memberikan efek bayangan pada mata objek. Menjadikan foto yang kamu ambil akan jauh lebih bagus dibandingkan tanpa softbox.

6. Standar Reflektor
Peralatan fotografi satu ini biasa digunakan di depan lampu studio. Jika kamu menggunakan reflektor warna emas akan membuat efek warm. Jika kamu ingin menghindari cahaya yang tak diinginkan, penggunaan reflektor hitam sangat cocok karena akan membuat objek lebih berdimensi. Reflektor warna putih menjadikan cahaya lebih soft dan gunakan translucent untuk membuat cahaya tanpa bayangan.

7. Payung reflektor
Penggunaan payung reflektor pada prinsipnya sama dengan softbox, yaitu memberikan efek cahaya. Namun hasilnya tak sebagus softbox dan payung reflektor cenderung sulit dalam mengarahkan cahaya.

8. Kabel sinkronisasi
Kamu sudah memiliki peralatan fotografi di atas yang sudah disebutkan, maka kamu harus memiliki kabel sinkronisasi. Aksesoris yang satu ini memiliki fungsi sebagai pemicu, jadi ketika kamu memencet shutter kamera maka seluruh aksesoris di atas seketika menyala.

Barang-barang di atas adalah perlengkapan yang wajib kamu miliki jika memiliki niat untuk membuka sebuah studio foto. Tampaknya kamu harus memerlukan modal yang besar karena fotografi memang bukan hobi atau karier yang murah. Namun, jika kamu memiliki peralatan di atas, maka profesionalisme kamu sudah teruji.

Copyright © 2013 Yazz.id